DaerahTopik Terkini

Ketua DPD KWRI Lampung Munzir,SE. Buka Suara Terkait Celotehan Ketua APDESI Kabupaten Pringsewu.

Bandar Lampung SentralAktual.com Atas beredarnya Vois Note yang didugakuat di lakukan oleh oknum Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Peringsewu memuat ujaran kebencian terhadap profesi jurnalis.

“Pak gakperlu didengerin itu. Inspektorat sudah suruh merobah itu semua dari Polres sudah tau kok jadi bingung ?. Kok jadu lurah penakut bener si !. Kan kita ada orang di belakang. Inspektorat orang kita Inspektorat sudah nyuruh perobahan. Diamau bawakemana aja gak di gubris gak itu”.

“Coba pikiran dewasa dulu dikit-dikit wartawan mumet. Kecuali Polres gaktau, sekarang sudahdi kumpulkan Polres, Kasat Reskrim, Kasat Intel, Inspektorat, PMD sudah nyatu siapalagi mau meroseskita.Kok jadi bingung gitu”.

“Coba kita kepala pekon itu menyikapinya yang pinter dulu. Diki-dikit kalo wartawan gitu sudah ketakutan. Kalo perlu kita serbu kok takut amat sama wartawan bingung saya dengan wartawan segumpel gitu takut. Terkecuali gak ada yang megang kita”.

“Apamaudi panggil wartawan itu. Apakah kasat reskrim yang mau panggil kepala pekon. Itu ujung-ujungnya. Kalokita gak setor kan gak enak ahirnya. Takut sama wartawan segedek kuku aja takut masalah ekspos begitu, kecuali Inspektorat belum tau. Kasat reskrim belum tau. PMD belumtau”.

“Dia orang sudah suruh merobah LPJ itu SPJ itu cuma Kepala Pekon gak ada yang datang. Tersrah kamu orang gakmauikut sudah, kalo takut sama wartawan, nanti tak lapor sama kasat kalo takut gitu”.

“Bila perlu suruh wartawan lapor ke Kasat reskrim biar dia lapor. Berani gak dia. Apakita jadi bingung jadi takut. Kita ini Lurah kok takut amat dengan kata-kata gitu dari wartawan bila perlu kita perang rame-rame. Mau besok maulusa. Mati sudah berhenti jadi lurah. Jangan setengah setengah jadi lurah itu kalo saya. Bubar bubarkan itu. Gak usah takut kalo perang, perang semua, mati-mati semua”.

“Kalo takut jadi lurah serahkan saja SK ke-ke Kecamatan. Kita ini ngelola Dana Desa kok takut. Bagai mana maudapat duit melarat kita ini ujung ujungnya”. Ungkapan dalam Voice Note yang beredar

Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Provinsi Lampung Munzir.SE angkat bicara terkait hal itu. Menurutnya
Pers adalah Pilar ke Empat di negara ini. Keberadaannya, harus benar – benar menjadi corong masyarakat serta harus berani dalam mengungkap fakta dalam mencari kebenaran untuk keadilan.

Namun demikian, kata dia, wartawan juga harus bekerja secara profesional sesuai rel dalam mencari berita – berita penting yang kemudian menjadi layak untuk dimuat dan dibaca publik.

“Wartawan juga merupakan penyambung aspirasi masyarakat, “Imbuhnya.

Akan tetapi Pers harus paham kode etik jurnalistik tentang kekuatan berita, pengujian informasi dan hak narasumber.

” Yang jelas pada dasarnya profesi seorang Wartawan pekerjaan yang tidak mudah, “Jelas Munzir.

Menyikapi beredarnya voice note oknum ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia ( APDESI) Kabupaten Pringsewu Abidin Ayub yang berisikan celotehan dugaan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan Munzir menyayangkan atas sikap oknum ketua Apdesi tersebut dipandang sangat arogansi.

Dimana menurut Munzir sudah jelas oknum tersebut diduga dengan sengaja melecehkan dan menghina wartawan.

” Apalagi pernyataan tersebut menyangkut karya jurnalistik. Dimana saat wartawan melakukan investigasi dan memberitakan menyangkutkan dugaan mark’up pengadaan perpustakaan digital seharga Rp.30juta Pekon di kabupaten setempat, “terang Munzir, Sabtu (4/2/23).

Lanjutnya, selain melecehkan profesi wartawan Abidin Ayub juga menyebut tiga instansi membeck’up pengadaan perpustakaan digital.

Adapun ketiga instansi pemerintah yang disebut oleh dia yaitu Inspektorat, PMK, termasuk Kasat Reskrim yang merupakan pejabat utama di polres Pringsewu.

“Ini sangat miris dimana ada ketiga instansi pemerintah yang disebut sebut oleh Abidin sebagai beck’up yang terkesan tidak akan mempersoal pengadaan perpustakaan digital ketika berhadapan dengan masalah, “sebut Munzir.

Untuk itu dirinya berharap terharap ketiga instansi tersebut melakukan klarifikasi termasuk melaporkan balik bilamana pernyataan oknum ketua Apdesi tersebut dianggap tidak benar, agar dapat diproses secara hukum supaya persoalan ini dapat terang benderang.

” Dengan adanya klarifikasi dapat membuka kepercayaan publik. Jika apa yang disampaikan oleh Abidin itu tidak benar maka sudah seharusnya yang bersangkutan dipersoalkan dimuka hukum karena dianggap sudah melakukan pencemaran nama baik instansi pemerintah, “imbuh Munzir.

Munzir menambahkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi wartawan kabupaten Pringsewu yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Pringsewu Bersatu yang telah mengambil langkah hukum melaporkan oknum ketua Apdesi tersebut kepada pihak kepolisian yaitu Polda Lampung.

Dirinya berharap kepada Polda Lampung agar dapat bekerja dengan sungguh-sunghuh untuk menyikapi laporan tersebut. Karena menurut Munzir dalam isi voice note tersebut mengandung penghinaan terhadap Profesi Wartawan.

“Agar kedepan menjadi efek jera bagi para oknum yang sudah melecehkan terhadap profesi wartawan karena wartawan benar benar di lindungi oleh Undang Undang. Saya mengecam keras terhadap oknum yang telah menghina,dan melecehkan Wartawan, Apa lagi menghalang halangi Tupoksi Pers, “tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button