
Pesisir Barat SentralAktual.com Seiring waktu berputar mendekati puncak pemilhan serentak kepala daerah tahun 2024, fenomena hoaks dan disinformasi menjadi gelombang yang tak terelakkan.
Kampanye hitam untuk menarik perhatian dukungan dengan menyebar luas isu atau desas desus dengan menjatuhkan reputasi nama baik salah satu calon, seolah pengganti sarapan dipagi hari dan teman akrab pada waktu makan malam hari.
Untuk menyikapi situasi ini, literasi digital pilihan tepat menjadi tameng atau benteng menghadapi derasnya arus informasi menghanyutkan yang akan menghantarkan pada pada hantaman gelombang samudra impian.
Betapa tidak, literasi digital adalah upaya kita menaganlisa, memahami teks, sumber transformasi, validasi konten dan kompotensi sumber pengguna teknologi yang dikonsumsi.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC-KWRI) Pesisir Barat Azhar Oswan bersama jajaran saat acara kopi darat di sekretariat KWRI Jl.Pancing Pekon Kampung Jawa, Rabu (9/10/24). (*)





