NasionalOpini

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Mengucapkan Selamat Hari Pahlawan 2022 Pahlawanku Teladanku.

Pesisir Barat SentralAktual.com Segenap Aparatur Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mengucapkan selamat Hari Pahlawan Tahun 2022 “Pahlawaku Teladanku”.

Hal itu di sampaikan oleh Kepala Dinas Komukasi Informatika dan Pesandian Pesisir Barat Suryadi S.IP.MM di ruang kerjanya Gedung A Lantia 1 Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kecamatan Pesisir Tengah Krui Selasa (9/11/22).

Selain itu Suryadi kembali mengulas sejarah singkat hari pahlawan dan mengenang sejarah serta peristiwa 10 November di Surabaya Tahun 1945, sebagai acuan dan semangat generasi penerus pejuang Bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Berawal dari Insiden perobekan Bendera Merah Putih Biru di atas Hotel Yamato 19 September 1945, kemudian Bung Karno memerintahkan gencatan senjata 29 Oktober 1945 selang satu hari pertempuran kembali pecah pada 30 Oktober 1945”.

“Kala itu rakyat beserta para pejuang melakukan pertempuran melawan tentara Inggris yang di perkirakan tentara sekutu berkekuatan 15.000 personil, pertempuran berlangsung 3 minggu mengakibatkan 6000 rakyat Indonesia gugur”.

“Peristiwa pertempuran surabaya bermula dari kekalahan jepang yang kemudian rakyat dan pejuang mendesak tentera Jepang untuk menyerahkan semua senjatanya kepada Indonesia”.

“Pertempuran 10 November 1945 ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959, sekaligus menetapkan hari nasional bukan hari libur”.

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 karena pada saat itu situasi Indonesia belum stabil dan bergejolak antara rakyat dan tentara asing hingga terjadi pertempuran terbesar antara rakyat Indonesiasia dengan pasukan Inggris setelah di cetuskan Proklemasi Kemerdekaan Indonesia”.

“Pada pertertengahan september tentara Inggris medarat di Jakarta tergabung dalam AFNEI dan NICA bertujuan untuk memulangkan tentara Jepang ke negaranya sekaligus untuk mengembalikan status Indonesia sebagai negara jajahan Belanda”.

“Hal itu memicu amarah warga Surabaya terhadap Belanda yang dianggap telah melecehkan kemerdekaan Indonesia dan juga sang saka Merah-Putih”.

“Lalu pada tanggal 27 Oktober 1945 perwakilan Indonesia mengadakan sebuah perundingan dengan pihak Belanda akan tetapi justru berakhir dengan kericuhan”.

“Pada tanggal 29 Oktober Indonesia dan Inggris sepakat menandatangani genjatan senjata numun selang sehari tepat pada 30 Oktober terjadi puncak bentrok yang mengakibatkan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby”.

“Tewasnya Jenderal Mallaby menyulut kemarahan tentara Sekutu dan menyebabkan pengganti Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan sebuah ultimatum”.

“Jenderal Eric mendesak Indonesia menyerahkan senjata serta menghentikan perlawanan dengan menyerahkan diri juga menginstruksikan kepada semua pimpinan Indonesia datang pada pertemuan yang berlangsung 10 November 1945 pukul 06.00 pagi di tempat yang telah ditentukan”.

“Ultimatum itu justru membuat kobaran semangat dan siap berperang mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatua Republik Indonesia”.

“Tiga toko perjuangan Sutomo KH.Hasyim Asy’ari dan Wahab Hasbullah yang
membakar semangat pejuang untuk pantang menyerah dalam melawan penjajah lewat orasi dan semboyannya, “Merdeka atau mati”.

Pertempuran berdarah ini juga berhasil memukul mundur tentara Inggris dan membuat bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaannya puncak pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 inilah kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan. kenang Suryadi (red).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button