DaerahPendidikan

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi Dorong Platfrom Dan Kompetensi Pendidikan Anak Bangsa.

Bandarlampung, – Warkshop Pendidikan bertema ” Aktualisasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industry 5.0″ Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi. Berharap dapat mendorong pengembangan Platfrom dan mendorong kompetensi dalam memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak bangsa.

Perlu diketahui, Era Revolusi Industri 5.0 atau dapat disebut Society 5.0 adalah suatu konsep yang digagas oleh negara jepang yang diresmikan pada tanggal 21 Januari 2019, terdiri dari gabungan konsep empat konsep sebelumnya.

Empat konsep sebelumnya adalah:
1. Society 1.0 adalah suatu konsep dimana manusia masih di era berburu dan mengenal tulisan.
2. Society 2.0 adalah era pertanian dimana manusia sudah mengenal cocok tanam.
3. Society 3.0 adalah era industri dimana manusia sudah mengenal dan menggunakan teknologi mesin dalam kehidupan sehari-hari.
4. Society 4.0 adalah era dimana manusia sudah mengenal Komputer sampi internet.

Sementara itu, Society 5.0 adalah suatu konsep dimana manusia sebagai komponen utamanya, untuk memungkinkan menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern seperti IoT, AI dan Robot untuk kebutuhan manusia dengan tujuan agar manusia dapat hidup dengan nyaman dan lebih efektif.

Dalam hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Kadafi dalam sambutannya mengatakan, untuk mengikuti perubahan pendidikan di Era Revolusi Industry 5.0 tersebut, harus mengupgrade diri sendiri, serta merubah mindset pola pikir adik-adik siswa dalam mendapatkan bekal ilmu.

“Dalam hal ini kita memang harus mengupgrade diri kita untuk mengikuti perubahan pendidikan di Era Revolusi Industry 5.0 dan insyaallah, apabila kita mengikuti nya dan mengembangkan potensi diri kita. Maka, kita mudah beradaptasi dengan kehidupan baru” Ujar Muhammad Kadafi saat membuka kegiatan acara Warkshop Pendidikan di Ballroom Hotel Radisson. Selasa (13/12/2022).

Kadafi juga mengatakan di Era Revolusi Industry 5.0, berharap kepada adik-adik Mahasiswa bahwa, bukan hanya saja cerdas secara otak akan tetapi juga mempunyai pengembangan Soft Skill.

“Dan ini memang harus kita asah bagaimana adik-adik siswa ini harus punya suatu pengembangan Soft Kill yang baik dan memang harus kita dorong” katanya.

Ditempat yang sama, Linda Panheti, Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung yang mewakili Sulpakar mengatakan, dalam kegiatan tersebut dengan tema Aktualisasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industry 5.0, harus dibutuhkan sebuah pembaruan dalam kurikulum untuk membekali peserta didik agar memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah dengan berbagai bidang keilmuan.

“Dalam memanfaatkan perkembangan teknologi pada era Revolusi Industry 5.0 ini, dapat mengedepankan peran manusia yang memiliki keterampilan, dengan harapan mampu merancang sebuah sistem untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam masyarakat, dan mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik, serta menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi,” tandasnya. (Bust/Azr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button