DaerahPemerintahanTopik Terkini

Bupati Pesisir Barat H. Agus Istiqlal Buka Perhelatan Memalam Pitu Likokh 1445 H.

Pesisir Barat SentralAktual.com Dalam rangaka melestarikan tradisi adat dan budaya Pemertintah Daerah Pesisir Barat melalui Dewan Kesenian, menggelar perhelatan memalam pitu likokh Ramadhan 1445.

Memalam pitu likokh merupan khas budaya yang gelar pada setiap tanggal 27 Ramdhan di Bumi Para Saibatin dan Para Ulama, namun seiring perkembangan tekhnologi medrn tradosi itu sudah tidak nampak lagi.

Maka sebagai bentuk perhatian Pemerintah dan langkah untuk menjaga, merawat marwah tradisi, Pemerintah Daerah menggelar kegiatan secara serentak di wilayah Pesisir Barat hingga tingkat Pekon / Desa.

Pelaksanan memalam pitu likokh dipusatkan di halaman perkantoran pemda di buka langsung oleh Buapti Pesisir Barat Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., Sabtu malam (6/4/24) seusai melaksanakan sholat tarawih berjamaah.

Terlihat hadir dalam acara Wakil Bupati A. Zulqoini Syarif, S.H., Ketua Dewan Kesenian Pesibar, Septi Istiqlal, Pj. Sekda Pesibar, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Ketua I TP-PKK Yulnawati Zulqoini, DWP L. Liastuti, S.Pd., M.M., para kepala OPD, Forkopimda, Para peserta lomba.

Pelaksanaan kegiatan Memalam Pitu Likokh perdana mengusung tema Merawat Tradisi, Perbaiki Kualitas Diri Bersama Ramadhan yang Suci. Rangkaian acara meliputi lomba pawai obor, lomba bedug, lomba video pendek.

Dalam sambutannya Hj. Septi Istiqlal menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih terhadap komitmen pemerintah, masyarak dan pelajar atas dukungan dalam upaya melestarikan kembali tradisi dan budaya asli Pesibar Barat.

Hj. Septi juga berharap kemeriahan dan antusiasme memalam pitu likokh dapat terulang dan terus ditingkatkan dalam moment ramadhan-ramadhan lanjutan.

Sementara Bupati H. Agus Istiqlal mengatakan bahwa budaya dan tradisi merupakan satu kesatuan yang menjadi salah satu pengisi dalam komposisi tatanan masyarakat, serta menjadi warna yang menambah nilai estatika dalam masyarakat.

Memalam Pitu Likokh satu budaya yang ada ditengah masyarakat Krui, yang dahulunya sebagai bentuk rasa syukur menyambut Hari Raya Idul Fitri, dengan cara membakar batok kelapa pada malam ke 27 Ramadhan.

Hal ini berfungsi sebagai penerangan kemudian akan diambil bara apinya untuk pemanas setrikaan untuk menyetrika baju lebaran dikarenakan pada zaman dahulu belum terdapat listrik,” papar Bupati Agus Istiqlal.

Menurut Bupati Agus Istiqlal, kegiatan tersebut menjadi tradisi yang turun menurun hingga saat ini sehingga perlu di lestarikan agar tetap dikenal oleh generasi selanjutnya.

Perlu diketahui, upaya dalam melestarikan kebudayaan menjadi sangat penting karena merupakan identitas diri, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan teknologi yang begitu pesat.

Diharapkan kegiatan ini dapat memperkenalkan kembali dan menumbuhkan kecintaan masyarakat dalam menjunjung tinggi dan melestarikan adat budaya di Bumi Para Saibatin dan Para Ulama. Pungkas H. Agus Istiqlal (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button