DaerahHukrim

Satreskrim Polres Pesisir Barat Berhsil Amankan Warga Pekon Sukamarga Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur.

Krui SentralAktual.com Satua Reserse Kriminal (Satreskrim) Polisi Resort (Polres) Pesisir Barat Polda Lampung berhasil mengamankan pelaku persetubuhan anak di bawah umur pada hari Selasa sekitar pukul 10.00 wib di jembatan way bambang kecamatan bangkunat kabupaten pesisir barat, Rabu (17/05/23)

Kapolres AKBP Alsya Hendra,S.IK.,S.H melalui Kasat Reskrim Iptu Nopariansyah,S.H.,M.H. membenarkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan seorang Laki-laki berinisial MO (22) warga Pekon Sukamarga Kecamatan Bangkunat Rabu (17/5/23).

Keronolgis kejadian perkara terduga melakukan perbuatan pecehan terhadap korban berinisial WAD (15) bersetatur pelajar warga Pekon Sukabanjar Kecamtan Ngambur Pada hari Kamis (4/5/23) sekira Pukul 13.00 WIB di sebuah rumah kosong Pekon Pagar Bukit Pemangku Pasar Seni Km17 Kecamatan Bangkunat.

Merujuk pada laporan terkait Satres Krim
melakukan rangkaian penyelidikan yang dipimpin oleh Kanit VI (unit PPA) AIPTU Kadrrahman S.H. Seiring waktu berjalan pihak mendapatkan informasi yerduga pelaku MO (22) sedang berada di pekon Sukamarga kecamatan Bangkunat.

Team langsung bergerak ke lokasi dan menemukan terduga berada jambatan Way Bambang Bangkunat kemudian pelaku hendak melarikan diri team langsung bergerak cepat mengamankan pelaku.

Atas hasil interview pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur terhadap korban WAD (15) dan NA (15) kemudian pelaku di amankan ke Sat Reskrim Polres Pesisir Barat guna proses penyidikan lebih lanjut.

Modus operandi terduga dengan cara berkomunikasi menggunakan Aplikasi Whatsapp menggunakan nama samaran Agus dan Anton, setelah berkenal dengan korban lalu pelaku menawarkan Sejumlah Uang Sebesar Rp.1.000.000,-(satu juta rupiah) dengan imbalan berhubungan badan layaknya suami istri, akibat tergiur dengan tawarannya lalu korban mengikuti kemauannya namun etelah melakukan perbuatan bejat tersebut pelaku tidak memberikan uang yang dijanjikan.

Akibat perbuatannya terduga di jerat dengan Pasal 81 Dan atau 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button